Kambewe, Lapa-Lapa, dan Kue Cucur: Jelajah Rasa Autentik Kuliner Khas Buton
Jelajah rasa autentik kuliner khas Pulau Buton: kambewe dari jagung goreng, lapa-lapa berbalut daun, dan kue cucur manis legit.
Hal Penting
- Kambewe dibuat dari jagung yang digoreng, camilan gurih khas masyarakat Buton.
- Lapa-lapa adalah beras ketan yang dikukus dalam balutan daun, disantap bersama kelapa parut.
- Kue cucur berbahan tepung beras dan gula merah, digoreng hingga bersarang di tengahnya.
- Ketiga camilan ini memanfaatkan hasil bumi lokal: jagung, beras ketan, dan kelapa.
- Pulau Buton di Sulawesi Tenggara dikenal sebagai satu-satunya tempat di Indonesia dengan cebakan aspal alami.
Jagung yang Berubah Jadi Kambewe
Di dapur-dapur rumah panggung di sekitar Kota Baubau dan Pasar Wameo, jagung bukan cuma direbus atau dibakar. Biji jagung muda yang masih lunak dipipil, lalu digoreng dalam minyak panas sampai mengembang dan berwarna keemasan. Itulah kambewe, camilan yang paling sering muncul di meja tamu saat sore hari.
Rasanya gurih dengan sedikit manis alami dari jagung. Teksturnya renyah di luar, lembut di dalam. Orang Buton biasa menyantapnya hangat-hangat, kadang ditemani kopi tubruk atau teh manis. Bahan bakunya sederhana: jagung, garam, dan minyak. Tidak ada bumbu pabrik, tidak ada pengawet. Karena itu kambewe paling enak dimakan di hari yang sama saat digoreng.
Di pasar-pasar tradisional, kambewe dijual dalam kemasan kertas minyak atau plastik kecil. Harganya relatif terjangkau, cocok untuk camilan keluarga. Ibu-ibu di kampung sering menggorengnya sendiri saat musim panen jagung tiba, memanfaatkan hasil kebun sendiri daripada membeli di toko.
Lapa-Lapa, Beras Ketan dalam Balutan Daun
Kalau kambewe gurih, lapa-lapa justru gurih-manis dan lebih mengenyangkan. Lapa-lapa dibuat dari beras ketan yang direndam, lalu dikukus di dalam balutan daun kelapa atau daun pisang. Bentuknya bulat lonjong, diikat rapi dengan tali dari pelepah daun. Setelah matang, lapa-lapa dibuka dari balutannya dan disantap bersama kelapa parut yang sudah dikukus atau dicampur sedikit gula.
Aroma daun yang menyerap ke dalam ketan membuat lapa-lapa punya wangi khas yang sulit ditiru camilan modern. Di Buton, lapa-lapa sering muncul saat acara syukuran, selamatan, atau jamuan keluarga. Rasanya legit, tidak terlalu manis, dan teksturnya kenyal. Karena proses memasaknya butuh waktu, lapa-lapa biasanya dibuat dalam jumlah banyak sekaligus, lalu dibagi-bagikan ke tetangga.
Bahan-bahannya semua tersedia di sekitar rumah: beras ketan, kelapa, dan daun. Tidak heran lapa-lapa bertahan sebagai camilan rakyat dari generasi ke generasi, jauh sebelum jajanan kemasan masuk ke pelosok pulau.
Kue Cucur dan Jejak Rasa di Pasar Tradisional
Kue cucur melengkapi trio camilan ini. Adonannya dari tepung beras, tepung terigu sedikit, gula merah, dan air. Setelah diaduk, adonan digoreng dalam minyak banyak. Bagian tengah kue menggembung dan bersarang, sementara pinggirannya tipis dan renyah. Warna cokelat kemerahan datang dari gula merah, bukan pewarna buatan.
Di pasar-pasar seperti Pasar Wameo, kue cucur sering dijual berdampingan dengan kambewe dan lapa-lapa. Penjualnya biasanya ibu-ibu yang menggoreng langsung di depan pembeli, jadi kue masih hangat saat dibungkus. Harganya murah, sering dihitung per biji. Rasanya manis legit dengan pinggiran yang garing, cocok untuk teman minum teh sore.
Ketiga camilan ini menunjukkan satu hal: kuliner Buton tumbuh dari hasil bumi pulau sendiri. Jagung, ketan, dan kelapa jadi bahan utama. Pulau Buton sendiri dikenal sebagai satu-satunya tempat di Indonesia yang memiliki cebakan aspal alami, dengan kandungan aspal alam mencapai 663 juta ton. Namun di luar cerita tambang, dapur-dapur rumah tetap ramai menggoreng kambewe dan kue cucur, mengukus lapa-lapa, menjaga rasa yang sudah ada jauh sebelum aspal jadi pembicaraan.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apa itu kambewe?
Kambewe adalah camilan khas Buton dari biji jagung muda yang digoreng hingga keemasan, rasanya gurih dan sedikit manis.
Bagaimana lapa-lapa dibuat?
Lapa-lapa dibuat dari beras ketan yang dikukus dalam balutan daun kelapa atau daun pisang, lalu disantap dengan kelapa parut.
Apa bahan utama kue cucur?
Kue cucur berbahan tepung beras, sedikit tepung terigu, gula merah, dan air, digoreng hingga bagian tengahnya bersarang.
Di mana camilan ini biasa dijual?
Di pasar tradisional seperti Pasar Wameo dan sekitar Kota Baubau, biasanya dijual ibu-ibu dalam kemasan sederhana dengan harga relatif terjangkau.