Tentang Kami
Pulau Buton bukan sekadar titik di peta Sulawesi Tenggara. Di sini, Benteng Keraton Buton berdiri dengan dinding batu karang sepanjang lebih dari dua kilometer, dan di dalamnya masih tersimpan jejak kesultanan yang mengatur perdagangan rempah jauh sebelum kolonialisme datang. Kami menulis apa yang kami lihat dan dengar langsung dari warga: penjual ikan di Pasar Wameo yang buka pukul empat pagi, perajin tenun yang mewarisi motif dari nenek mereka, dan nelayan yang membaca cuaca dari arah angin.
Portal ini tidak menjual paket wisata. Kami mengumpulkan catatan perjalanan, rekomendasi kuliner lokal seperti kasoami dan ikan bakar bumbu kuning, serta cerita budaya yang jarang masuk panduan resmi. Beberapa artikel kami tulis setelah menginap di rumah warga, sisanya dari wawancara telepon dengan pelaku usaha lokal. Jika ada informasi yang perlu diperbarui, kami senang menerima koreksi dari pembaca yang lebih tahu.
Sumber Data & Rujukan
- Wikidata, OpenStreetMap, Wikipedia
- Pemkab Pulau Buton
- BPS Sulawesi Tenggara