Benteng Wolio: Menyusuri Benteng Keraton Terluas di Dunia yang Berdiri Sejak Abad ke-16
Benteng Wolio di Baubau, Sulawesi Tenggara, jadi benteng keraton terluas di dunia. Berdiri sejak abad ke-16, membentang 2.740 meter mengelilingi pusat Kesultanan Buton.
Hal Penting
- Benteng Wolio terletak di Kota Baubau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, dan menjadi pusat pertahanan Kesultanan Buton sejak abad ke-16.
- Benteng ini mengelilingi kompleks keraton seluas sekitar 23 hektare dengan panjang dinding sekitar 2.740 meter.
- Dinding dibangun dari batu karang pilihan yang direkatkan tanpa semen, hanya mengandalkan pasak kayu dan teknik susun.
- Di dalam benteng terdapat Masjid Agung Keraton Buton, Istana Malige, dan makam sultan-sultan Buton.
- Benteng Wolio ditetapkan sebagai cagar budaya dan menjadi ikon wisata sejarah utama Kota Baubau.
Jejak Kesultanan di Atas Bukit Baubau
Mendaki Jalan Sultan Hasanuddin di Kota Baubau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara, kita disambut dinding batu karang setinggi tiga sampai empat meter yang meliuk mengikuti kontur bukit. Inilah Benteng Wolio, atau yang lebih dikenal sebagai Benteng Keraton Buton. Dari puncak benteng, pandangan menembus Selat Buton dan Pulau Muna di kejauhan.
Benteng ini bukan sekadar sisa bangunan tua. Ia pernah menjadi jantung Kesultanan Buton, kerajaan maritim yang menguasai jalur perdagangan rempah dan aspal alam di kawasan timur Nusantara. Sultan Buton pertama, Lakilaponto, memindahkan pusat pemerintahan ke atas bukit ini pada abad ke-16. Sejak itu, benteng menjadi benteng sekaligus kota keraton yang hidup: tempat tinggal sultan, ulama, dan bangsawan, lengkap dengan pasar, masjid, dan rumah warga.
Catatan sejarah lokal menyebut pembangunan benteng berlangsung bertahap selama beberapa generasi sultan. Dindingnya dibangun dari batu karang pilihan yang direkatkan tanpa semen. Konstruksi hanya mengandalkan teknik susun dan pasak kayu. Hasilnya, tembok raksasa yang telah bertahan lebih dari empat abad, melewati zaman kolonial, kemerdekaan, hingga era modern.
Ukuran dan Isi di Dalam Benteng
Benteng Wolio mengelilingi kompleks keraton seluas sekitar 23 hektare. Panjang dindingnya mencapai sekitar 2.740 meter, menjadikannya benteng keraton terluas di dunia. Angka ini sering dikutip dalam berbagai catatan wisata dan penelitian sejarah sebagai keunikan utama Benteng Wolio.
Di dalam benteng, pengunjung dapat menemukan beberapa bangunan penting. Masjid Agung Keraton Buton berdiri megah dengan arsitektur yang memadukan unsur lokal dan Islam. Tidak jauh dari masjid, ada Istana Malige, rumah panggung kayu yang dibangun tanpa paku dan dihiasi ukiran khas Buton. Di area belakang, terdapat makam sultan-sultan Buton yang masih dijaga kelestariannya.
Dinding benteng dilengkapi sejumlah bastion atau menara pengawas. Beberapa di antaranya masih berdiri kokoh dan menjadi titik favorit untuk melihat panorama kota Baubau. Di sisi selatan, ada pintu gerbang utama yang dulu menjadi akses masuk-keluar keraton. Kini, pintu itu menjadi jalur wisata yang ramai dikunjungi.
Di sekitar benteng, kehidupan warga berjalan seperti biasa. Ada pedagang kaki lima yang menjual makanan lokal, seperti kasoami dan ikan bakar, terutama pada sore hari. Suasana ini memberi pengalaman wisata sejarah yang tidak kaku: pengunjung bisa menyusuri benteng sambil menikmati kuliner dan berinteraksi dengan warga setempat.
Cara Menuju dan Waktu Terbaik Berkunjung
Benteng Wolio berada di Kelurahan Melai, Kecamatan Murhum, Kota Baubau. Dari pusat kota, jaraknya sekitar tiga kilometer dan bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi, ojek, atau angkutan kota. Tidak ada tiket masuk resmi yang mahal; pengunjung biasanya hanya membayar retribusi sukarela atau parkir. Untuk masuk ke Istana Malige, ada petugas yang menjaga dan meminta kontribusi kecil.
Waktu terbaik berkunjung adalah pagi atau sore hari. Pada pagi, udara masih sejuk dan cahaya matahari cocok untuk foto. Pada sore, pengunjung bisa menyaksikan matahari terbenam dari atas benteng, dengan latar Selat Buton yang berkilau. Hindari tengah hari karena panas cukup menyengat, mengingat lokasinya di atas bukit tanpa banyak pohon besar di sepanjang dinding luar.
Untuk sampai ke Pulau Buton, wisatawan biasanya terbang ke Bandara Betoambari di Baubau dari Kendari atau Makassar. Dari bandara, perjalanan ke benteng memakan waktu sekitar 20 menit. Alternatif lain adalah melalui jalur laut dari Kendari atau Bau-Bau dengan kapal feri. Setibanya di Baubau, benteng ini mudah ditemukan karena menjadi ikon kota.
Benteng Wolio bukan hanya destinasi wisata sejarah. Ia adalah bukti kejayaan maritim Pulau Buton yang tetap berdiri hingga kini. Menyusuri dindingnya berarti menapaki jejak peradaban yang telah ada sejak abad ke-16.
Video Pilihan
Pertanyaan yang Sering Muncul
Di mana lokasi Benteng Wolio?
Benteng Wolio terletak di Kelurahan Melai, Kecamatan Murhum, Kota Baubau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Lokasinya sekitar tiga kilometer dari pusat kota Baubau, di atas bukit yang menghadap Selat Buton.
Mengapa Benteng Wolio disebut benteng keraton terluas di dunia?
Benteng Wolio mengelilingi kompleks keraton seluas sekitar 23 hektare dengan panjang dinding sekitar 2.740 meter. Ukuran ini membuatnya tercatat sebagai benteng keraton terluas di dunia, melampaui benteng keraton lain di berbagai negara.
Apa saja yang bisa dilihat di dalam Benteng Wolio?
Di dalam benteng terdapat Masjid Agung Keraton Buton, Istana Malige yang dibangun tanpa paku, makam sultan-sultan Buton, serta beberapa bastion atau menara pengawas. Pengunjung juga bisa menikmati panorama Kota Baubau dan Selat Buton dari atas dinding benteng.
Bagaimana cara menuju Benteng Wolio dan kapan waktu terbaik berkunjung?
Wisatawan bisa terbang ke Bandara Betoambari di Baubau dari Kendari atau Makassar, lalu melanjutkan perjalanan darat sekitar 20 menit. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi atau sore hari untuk menghindari panas dan mendapatkan cahaya terbaik untuk foto.